PIP Terbengkalai, Kinerja Pengawasan PUPR Banten Dipertanyakan
SERANG – Proyek pemeliharaan berkala Jalan Pejuang Empat Lima (Kuranji), Kota Serang, Banten, senilai Rp3,177 miliar menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang dilaksanakan PT Naga Hitam Perkasa dengan konsultan pengawas CV Sahayu Jaya itu diduga tidak sesuai spesifikasi.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, lapisan agregat kelas B yang seharusnya memiliki ketebalan 20 sentimeter diduga lebih tipis dari ketentuan. Pemadatan pun dinilai tidak maksimal, namun pengecoran tetap dilaksanakan.
Mutu beton K-125 dengan ketebalan 10 sentimeter juga dipertanyakan. Di lapangan, ketebalan diduga lebih tipis dan slump test tidak dilakukan, yang mengindikasikan adanya pengurangan volume atau kubikasi.
Selain persoalan kualitas, aspek keselamatan kerja (K3) pun diabaikan. Tidak terlihat adanya rambu lalu lintas maupun petugas jaga jalan. Akibatnya, jalan yang baru dicor sudah dilalui kendaraan hingga menimbulkan retakan dini.
“Warga pun mengeluh karena tidak ada sosialisasi sama sekali,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
“Jika volume dan spesifikasi dikurangi, potensi kebocoran anggaran bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Naga Hitam Perkasa maupun Dinas PUPR Provinsi Banten belum memberikan tanggapan terkait temuan tersebut. (Mahri/Red)